Loka Pengawas Obat dan Makanan (POM) di Kabupaten Banyumas gelar Sosialisasi dan pendampingan Corrective Action and Preventive Action (CAPA) dengan tajuk GETHUK CAPA (GErakan meTHUK CAPA) di Purbalingga, Jum’at (31/05/2024). Kegiatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kepatuhan pihak sarana produksi dan distribusi obat dan makanan sekaligus dilakukan pendampingan penyusunan CAPA pasca pemeriksaan dengan petugas Pengawas Farmasi dan Makanan (PFM) di Loka POM di Kabupaten Banyumas.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut, 14 fasilitas sarana produksi (sarprod) dan 23 sarana distribusi (sardis) obat dan makanan di wilayah Kabupaten Purbalingga dan Kabupaten Banjarnegara. Dibuka oleh Plh. Loka POM di Kabupaten Banyumas, Putri Churnia Arifin menyampaikan agar acara ini menjadi sarana bagi penanggung jawab sarana untuk menyamakan persepsi terhadap teknis penerapan cara produksi dan cara distribusi, juga membantu memberi pandangan dalam menganalisis temuan atau masalah di lapangan yang belum terselesaikan.
Latifa Hesti, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banjarnegara dalam sambutannya berpesan agar seluruh penanggungjawab sarana pelayanan kesehatan selalu menaati peraturan yang berlaku khususnya terkait pengelolaan sediaan farmasi
“Terimakasih terhadap Loka POM karena telah membantu dalam pengawasan terutama terkait sarana produksi di wilayah Purbalingga.” ungkap Sulistya Rini Candra Dewi, Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Purbalingga.
Acara ini diharapkan meningkatkan kemampuan pelaku usaha dalam mengimplementasikan peraturan perundangan yang berlaku khususnya Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik (CPOTB), Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (CPPOB), Cara Pembuatan Kosmetika yang Baik (CPKB), Cara Distribusi Obat yang Baik (CDOB), serta isu-isu hasil pengawasan yang perlu ditindaklanjuti dan yang beririsan dengan Dinas Kesehatan setempat pada sarananya masing-masing sehingga menjamin keamanan produk obat dan makanan bagi masyarakat. (BMS-AY)