Banyumas Masuk Finalis Nasional Penilaian Kabupaten Pangan Aman 2025

17-12-2025 Umum Dilihat 397 kali

PURWOKERTO – Pemerintah Kabupaten Banyumas menunjukkan komitmen kuat dalam menjamin keamanan pangan dengan mengikuti tahap akhir Penilaian Kabupaten/Kota Pangan Aman Tahun 2025 pada Selasa (16/12). Banyumas berhasil terpilih menjadi satu dari 23 kabupaten/kota di seluruh Indonesia yang lolos seleksi tahap akhir setelah melalui penilaian dokumen yang ketat. Capaian ini menjadi bukti kerja keras pemerintah daerah dalam mewujudkan standar penyelenggaraan keamanan pangan yang menyeluruh di wilayah tersebut.

Dalam sesi wawancara dan verifikasi akhir, Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono, memaparkan strategi penerapan keamanan pangan yang terintegrasi dari sektor hulu hingga hilir. Proses verifikasi ini melibatkan personel kompeten dari berbagai Organisasi Perangkat Daerah untuk memberikan data yang akurat kepada tim penilai. Dalam penjelasannya, Bupati menekankan pentingnya kolaborasi berkelanjutan serta peningkatan pengawasan pada seluruh sektor pangan, termasuk di dalamnya Pangan Industri Rumah Tangga dan program Makan Bergizi Gratis.

Pemerintah Kabupaten Banyumas juga telah mengalokasikan penganggaran khusus dan mengoptimalkan peran Tim Jejaring Keamanan Pangan Daerah (JKPD) yang rutin menggandeng Balai Pengawas Obat dan Makanan di Banyumas dalam setiap kegiatannya. Adapun tim penilai berasal dari Kementerian Kesehatan, Kementerian Sekretariat Negara, dan Badan Pengawas Obat dan Makanan. Tahap akhir ini tidak hanya dilakukan wawancara, tetapi juga meninjau dokumentasi video sarana pada berbagai bidang strategis mencakup sektor Pangan Segar Asal Tumbuhan (PSAT), Pangan Segar Asal Hewan (PSAH), Pangan Segar Asal Ikan (PSAI), Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT), hingga Pangan Olahan Siap Saji (POSS).

Melalui partisipasi dalam penilaian ini, Kabupaten Banyumas diharapkan mampu menjadi percontohan Kabupaten/Kota lain dalam upaya perlindungan masyarakat. Pemerintah daerah berkomitmen untuk terus memastikan bahwa pangan yang beredar di tengah masyarakat senantiasa aman, bermutu, dan memiliki kandungan gizi yang baik. (BMS-AY)

Sarana