BANYUMAS - Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di Banyumas menyelenggarakan kegiatan Penggalangan Lintas Sektor bertema pada Senin, 25 Mei 2026. Kegiatan yang bertajuk "Aksi Nasional Pencegahan Penyalahgunaan Obat-Obat Tertentu (OOT)" ini merupakan bagian dari gerakan masif yang dilaksanakan oleh Badan POM sepanjang Mei 2026. Langkah ini diambil guna memperkuat pencegahan dan penanganan penyalahgunaan OOT di wilayah Kabupaten Banyumas dan sekitarnya, sekaligus melindungi masyarakat dari bahaya ketergantungan obat.
Penyalahgunaan OOT kini menjadi ancaman tersembunyi yang serius bagi generasi muda yang masih dalam fase pencarian jati diri, padahal mereka merupakan harapan emas bagi keberlangsungan masa depan bangsa. Kepala Balai POM di Banyumas, Gidion, menjelaskan bahwa OOT merupakan kelompok obat yang bekerja langsung pada susunan saraf pusat. Meskipun memiliki manfaat medis apabila digunakan sesuai aturan, OOT berisiko tinggi menimbulkan ketergantungan serta perubahan aktivitas mental dan perilaku jika dikonsumsi melebihi dosis terapi. Berdasarkan pemaparan Kepala BNN Kabupaten Banyumas, jenis obat seperti Hexymer, Tramadol, dan Alprazolam hingga kini masih menjadi komoditas yang paling banyak disalahgunakan oleh masyarakat.
Kegiatan yang diikuti oleh lebih dari 50 orang tamu undangan ini dibuka dan dihadiri langsung oleh Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono, Peserta yang hadir berasal dari berbagai unsur lintas sektor se-Banyumas Raya, mulai dari jajaran Pemerintah Daerah, Kepala Dinas atau instansi terkait, akademisi, institusi pendidikan, Ikatan Apoteker Indonesia (IAI), Perusahaan Besar Farmasi (PBF), hingga perwakilan pelajar dan Gerakan Pramuka. Dalam sambutannya, Bupati Banyumas yang juga terlibat dalam pengelolaan pondok pesantren rehabilitasi narkoba di Kabupaten Sleman, DIY, menegaskan pentingnya peran keluarga. Lebih lanjut, beliau menegaskan krusialnya peran serta keluarga dalam mengawasi anak sebagai langkah preventif terhadap penyalahgunaan OOT ini, dengan menyampaikan pesan, “Orang tua jangan acuh tak acuh kepada anak”.
Jalannya diskusi dan pemaparan materi berlangsung secara sistematis serta penuh antusiasme di bawah panduan Tri Wandiro selaku moderator. Edukasi mendalam disampaikan oleh para narasumber yang ahli di bidangnya, diawali oleh Gidion selaku Kepala Balai POM di Banyumas yang membawakan topik mengenai ancaman OOT bagi generasi muda. Selanjutnya, Iwan Irmawan, selaku Kepala BNNK Banyumas menyampaikan materi mengenai komitmen bersama dalam mewujudkan Banyumas BERSINAR atau Bersih Tanpa Narkoba. Materi terakhir ditutup oleh Aditya Bayu Wira Perdana dari IAI Cabang Banyumas yang mengulas tentang sinergi bersama dalam mencegah penyalahgunaan OOT.
Sebagai puncak sekaligus penutup rangkaian acara, seluruh pemangku kepentingan lintas sektor, pelaku usaha, serta perwakilan pelajar dan mahasiswa melakukan penandatanganan Komitmen Bersama dalam Pencegahan Penyalahgunaan Obat-Obat Tertentu. Sinergi nyata ini diharapkan mampu menurunkan angka penyalahgunaan OOT sekaligus memperkuat pembinaan dan pengawasan secara ketat di lapangan. (BMS - CNS & GR)