Balai POM di Banyumas turut mendorong peningkatan pengetahuan dan kepedulian warga sekolah terhadap keamanan Pangan Jajanan Anak Sekolah (PJAS) melalui kegiatan Gebyar Gemilang PJAS Fest di SD Negeri 2 Sokaraja Kulon. Berlangsung selama dua hari, 6–7 Oktober 2026, kegiatan tersebut diisi dengan berbagai aktivitas edukatif dan interaktif sebagai sarana yang melibatkan peran aktif siswa, guru, dan orang tua.
Kegiatan yang mengusung tema “Anak Sehat, Pangan Aman, Generasi GEMILANG” tersebut merupakan tindak lanjut program intervensi PJAS Aman di SD Negeri 2 Sokaraja Kulon. Pada rangkaian kegiatan hari pertama, peserta mengikuti upacara pembukaan, lomba mewarnai PJAS Aman, lomba senam CTPS TK/PAUD, serta Uji Cepat Makanan dari Balai POM di Banyumas. Kegiatan tersebut menjadi sarana edukasi bagi warga sekolah untuk mengenal pentingnya keamanan pangan serta cara sederhana dalam mengidentifikasi keamanan pangan jajanan.
Dalam sambutannya, Tri Wandiro selaku perwakilan Kepala Balai POM di Banyumas, menyampaikan bahwa keamanan pangan merupakan tanggung jawab bersama yang perlu dibangun melalui peningkatan pengetahuan dan kepedulian masyarakat, khususnya warga sekolah. “Keamanan pangan bukan hanya tanggung jawab individu, tetapi tanggung jawab kita semua,” ujarnya.
Dalam Uji Cepat Makanan, Balai POM di Banyumas melakukan pengujian terhadap 16 sampel pangan jajanan yang ditemukan di lingkungan SD Negeri 2 Sokaraja Kulon. Pengujian dilakukan menggunakan test kit dengan beberapa parameter, di antaranya boraks, formalin, Methanyl Yellow, dan Rhodamin B. Hasil pengujian menunjukkan seluruh sampel memenuhi syarat (MS) berdasarkan parameter yang diuji.
Rangkaian edukasi keamanan pangan kemudian berlanjut pada hari kedua dengan menghadirkan kegiatan yang melibatkan kreativitas dan partisipasi aktif warga sekolah.
Pada Rabu (07/10/2026), kegiatan diisi dengan senam dan tari kreasi Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS), jingle keamanan pangan untuk orang tua, serta Lomba Jajanan Berbahan Dasar Umbi-umbian yang diikuti oleh 12 kelompok wali murid. Berbagai kegiatan tersebut menjadi sarana untuk menyampaikan pesan keamanan pangan dengan cara yang kreatif dan mudah diterima oleh peserta.
Melalui senam dan tari kreasi CTPS, anak-anak diajak mengenal pentingnya menjaga kebersihan tangan melalui gerakan yang menyenangkan. Sementara itu, Lomba Jajanan Berbahan Dasar Umbi-umbian mendorong para wali murid untuk mengolah pangan lokal menjadi jajanan yang menarik sekaligus memperhatikan aspek keamanan pangan. Pesan mengenai keamanan pangan juga disampaikan melalui tari dan jingle yang melibatkan kreativitas peserta. Kreativitas menjadi cara untuk menyampaikan pesan keamanan pangan kepada masyarakat, sehingga pesan tentang pentingnya memilih dan mengonsumsi pangan yang aman dapat lebih mudah diterima dan diingat.
Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan pengumuman kejuaraan sebagai bentuk apresiasi terhadap partisipasi dan kreativitas peserta selama Gebyar Gemilang PJAS Fest. Untuk memastikan edukasi keamanan pangan terus berlanjut, SD Negeri 2 Sokaraja Kulon juga membentuk Kader Keamanan Pangan yang melibatkan siswa kelas 4, 5, dan 6. Kader tersebut diharapkan dapat menjadi penggerak edukasi di lingkungan sekolah dengan menyampaikan pengetahuan mengenai keamanan pangan kepada teman-teman sebayanya. Keberadaan Kader Keamanan Pangan diharapkan dapat memperkuat keberlanjutan edukasi sehingga kesadaran mengenai keamanan pangan dapat terus tumbuh di lingkungan sekolah. (BMS-RZ)