Kolaborasi Pemerintah Dorong Legalitas Produk Mocaf Lapas Nirbaya Menuju Izin Edar BPOM

06-11-2025 Umum Dilihat 247 kali

Cilacap, 5 November 2025 — Balai POM di Banyumas mendampingi kunjungan kerja sejumlah pejabat tinggi negara di Pabrik Tepung Mocaf Lapas Kelas IIB Nirbaya, Nusakambangan. Kunjungan ini dihadiri oleh Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional, Wakil Menteri PANRB dan Ketenagakerjaan, serta Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni.
Dalam kegiatan tersebut, Balai POM di Banyumas turut mendampingi Kepala Lapas Kelas IIB Nirbaya, Helmi Najih, A.Md.IP., S.H., M.H., dalam rangka peninjauan proses produksi tepung mocaf yang dikelola oleh warga binaan.

Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Jenderal Polisi (Purn.) Drs. Agus Andrianto, S.H., M.H., menyampaikan dukungannya terhadap upaya pengembangan tepung mocaf agar segera memperoleh izin edar BPOM. Saat ini, produk tepung mocaf dari Lapas Nirbaya telah memiliki izin edar PIRT dan sedang dalam proses peralihan ke izin edar BPOM RI MD. Sarana produksi tepung mocaf juga telah memperoleh Izin Penerapan Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (CPPOB) dan akan segera melanjutkan ke tahap registrasi produk di BPOM.

Sebagai bagian dari kegiatan, turut digelar pameran produk pangan olahan berbasis tepung mocaf yang diolah dan dikelola oleh Dharma Wanita Persatuan (DWP) Lapas Kelas IIB Nirbaya. Beragam produk ditampilkan, antara lain dawet cendol, dimsum, kue kering, brownies, dan cilok.
Balai POM di Banyumas menyampaikan komitmennya untuk terus memberikan pendampingan dan dukungan penuh dalam proses perizinan produk tepung mocaf hingga memperoleh izin edar BPOM. Diharapkan, tepung mocaf dari Lapas Nirbaya dapat menjadi alternatif bahan baku bagi berbagai produk pangan olahan berbasis tepung, serta mampu menjangkau pasar yang lebih luas, baik nasional maupun internasional.
Selain memberikan nilai ekonomis, pengembangan produk tepung mocaf juga diharapkan dapat menjadi sarana pembinaan bagi warga binaan untuk meningkatkan keahlian, kemandirian, dan kesiapan mereka kembali ke masyarakat.

Sarana