PURWOKERTO – Dalam rangka memperingati Pekan Jamu Nasional, Balai Pengawas Obat dan Makanan (Balai POM) di Banyumas menggelar kegiatan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) serta aksi minum jamu bersama masyarakat pada Minggu (7/6/2026). Kegiatan ini dipusatkan di kawasan GOR Satria Purwokerto, sebagai salah satu titik kumpul warga Purwokerto berolahraga pagi.
Rangkaian acara kesadaran publik ini diawali dengan sesi podcast edukatif yang mengusung tema khusus mengenai bahaya jamu yang mengandung Bahan Kimia Obat (BKO). Melalui platform digital tersebut, dikupas tuntas bagaimana peredaran obat tradisional ilegal yang dicampur zat kimia dapat mengancam kesehatan masyarakat secara luas.
Menyambung informasi dalam podcast, Kepala Balai POM di Banyumas menyampaikan secara langsung pentingnya masyarakat untuk selalu waspada. Beliau menegaskan bahwa bahaya jamu BKO tidak boleh disepelekan karena dapat memicu kerusakan organ tubuh yang serius jika dikonsumsi dalam jangka panjang. Masyarakat diimbau untuk lebih jeli dalam memilih obat tradisional yang murni, aman, dan telah terdaftar resmi di BPOM.
Setelah sesi edukasi, acara dilanjutkan dengan aksi minum jamu bersama yang diikuti oleh keluarga besar Balai POM dan masyarakat pengunjung GOR Satria Purwokerto. Warga tampak antusias menikmati fasilitas jamu gratis yang aman dan sehat yang disediakan oleh panitia.
Melalui momentum Pekan Jamu Nasional ini, Balai POM di Banyumas berharap masyarakat semakin cerdas membentengi diri dari produk ilegal, sekaligus terus melestarikan jamu sebagai warisan budaya bangsa yang menyehatkan tanpa efek samping berbahaya. (TWO)