BANYUMAS – Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di Banyumas terus menunjukkan komitmen nyata dalam penguatan ekosistem Usaha Mikro dan Kecil (UMK) melalui penyediaan asistensi regulatori yang berkelanjutan. Memasuki minggu kedua April 2026, Balai POM di Banyumas menyelenggarakan kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Penerapan Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (CPPOB).
Kegiatan ini merupakan bagian integral dari program pendampingan UMK Pangan Olahan Tahun Anggaran 2026, yang dirancang untuk mempercepat pemenuhan standar keamanan dan mutu produk pangan di wilayah kerja Balai POM di Banyumas. Bimtek ini diikuti oleh enam pelaku usaha yang telah lolos tahap seleksi dan verifikasi lapangan, sebagai representasi UMK pangan yang siap melakukan pendampingan lebih lanjut.
Selama tiga hari pelaksanaan di ruang rapat Balai POM di Banyumas, para peserta menerima pembekalan intensif mengenai elemen-elemen penting CPPOB. Materi yang disampaikan mencakup manajemen higiene dan sanitasi, pengendalian proses produksi, hingga dokumentasi sistem manajemen mutu guna menjamin ketertelusuran produk.
Kepala Balai POM di Banyumas secara resmi membuka agenda tersebut dan menegaskan posisi strategis penerapan CPPOB dalam struktur industri pangan. Dalam arahannya, beliau menekankan bahwa kepatuhan terhadap standar produksi bukan sekadar pemenuhan kewajiban administratif, melainkan investasi strategis untuk meningkatkan kepercayaan konsumen dan memperluas akses pasar, baik domestik maupun global.
“Bimtek CPPOB ini merupakan tahapan penting dalam program pendampingan UMK Pangan BPOM Tahun 2026. Melalui kegiatan ini, kami berharap pelaku usaha dapat memahami dan menerapkan prinsip-prinsip dasar CPPOB dalam proses produksinya,” imbuhnya.
Antusiasme peserta terlihat dari dinamika diskusi interaktif dan sesi konsultasi teknis yang dilakukan selama kegiatan berlangsung untuk menggali informasi dan solusi atas berbagai kendala yang dihadapi dalam proses produksi pangan olahan.
Melalui inisiatif ini, Balai POM di Banyumas berharap para pelaku usaha dapat mencapai kemandirian dalam penjaminan keamanan pangan. Dengan implementasi CPPOB yang efektif, diharapkan produk pangan hasil olahan UMK Banyumas mampu bersaing secara kompetitif sebagai produk yang aman, bermutu, dan memiliki nilai tambah tinggi di pasaran. (EW)